Gurihnya Sate Telur Puyuh Gladagsari
Senin 18 September 2017

Gladagsari - Telur puyuh merupakan makanan yang memiliki kandungan mineral dan potasium cukup tinggi, bahkan mencapai lima kali lipat dari telur ayam.

Makanan yang tergolong dalam dietary food ini bisa diolah menjadi berbagai masakan, salah satunya adalah sate telur puyuh yang cukup populer di Solo dan sekitarnya. Sate telur puyuh biasanya dijajakan di angkringan, pasar, dan warung makanan.

Tingginya peminat penganan ini membuat usaha pengolahan telur puyuh selalu kebanjiran pesanan. Salah satunya adalah usaha pembuatan sate telur puyuh milik Nurjanah di Desa Gladagsari, Kecamatan Ampel, Boyolali. Warga Dukuh Tempel RT 01/RW 04 ini telah memulai usaha pengolahan telur puyuh sejak 18 tahun lalu dan mampu meraup omzet hingga Rp1,5 juta per hari.

Telur puyuh biasa dimasak dengan bumbu dan kecap untuk mendapatkan rasa yang gurih. Namun, pengolahan telur puyuh milik Nurjanah sedikit berbeda. Biasanya sate telur puyuh hanya dibumbui garam, penyedap rasa, dan kecap, tapi Nurjanah menambahkan bawang putih dan gula pasir untuk menciptakan cita rasa lebih gurih nan sedap.

Wanita berusia 50 tahun ini bisa mengolah lima kardus telur puyuh setiap harinya. Satu kardus berisi 750 butir telur puyuh. Nurjanah dibantu suaminya mengolah telur mulai dari siang hingga menjelang sore hari. Setelah dimasak, telur ditusuk dengan tusuk sate yang terbuat dari bambu atau lidi.

Telur yang sudah dikemas siap dipasarkan ke Pasar Ampel. Ibu dari dua anak ini tidak perlu menyetorkan ke penjual yang ada di pasar karena para pembeli akan datang sendiri ke lapaknya. Dalam waktu tiga jam, sate telur puyuh pun ludes terjual.

Setiap tusuk sate bisa berisi dari empat atau lima butir telur puyuh. Sate berisi empat butir telur puyuh dibanderol dengan harga Rp1.300 dan dijual kembali para tengkulak seharga Rp1.500. Sementara itu, sate berisi lima butir telur puyuh dijual seharga Rp2.000.

Berita Terkini